ANALISA USAHA TELUR ASIN (Studi Kasus Perusahaan Telur Asin H.Hamidah Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang)

Herul, Hidayat (2017) ANALISA USAHA TELUR ASIN (Studi Kasus Perusahaan Telur Asin H.Hamidah Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang). Sarjana thesis, Universitas Madura.

[img]
Preview
Text
Untitled.pdf

Download (167kB) | Preview

Abstract

Usaha pembuatan telur asin adalah salah satu jenis industri makanan yang umumnya berskala mikro dan kecil. Bahan baku utama yang akan dijadikan telur asin adalah telur itik, sedangkan jenis telur lainnya tidak lazim dilakukan karena kebiasaan dari masyarakat kita yang menganggap telur asin berasal dari telur itik. Tujuan daripenelitian meliputi perbandingan antara penerimaan dengan biaya produksi selama satu tahun (R/C Ratio), perbandingan antara pendapatan dengan biaya produksi selama satu bulan (B/C Ratio), serta titik pertemuan antara biaya dan penerimaan dimana usaha tidak mengalami rugi atau untung atau Break Event Point (BEP). Materi Penelitian Untuk menjawab permasalahan pertama, yaitu secara sistematis R/C rasio dapat dirumuskan R/C Rasio = Total Penerimaan Penjualan Total Biaya. Untuk menjawab permasalahan kedua, Secara sistematis B/C dapat dirumuskan B/C Rasio = Total Keuntungan : Total Biaya. Sedangkan untuk menjawab permasalahan kedua, yairu titik ampas dengan menggunakan analisis BEP (Break Event Point) = Total Biaya (Rp) : Harga Jual Per Kg (Rp) :Total Berdasarkan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, nilai Nilai R/C Rasio adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya produksi. Hasil penelitian penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, nilai R/C rasio atas biaya total yang diperoleh adalah sebesar 1,09 Dengan rasio sebesar 1,09 menunjukkan bahwa usaha telur asin menguntungkan. nilai B/C rasio atas biaya total yang diperoleh adalah sebesar 0,09. maka usaha telur asin akan memperoleh keuntungan atau pendapatan sebesar Rp. 9000,. Dengan B/C rasio sebesar 0,09 menunjukkan bahwa usaha telur asin menguntungkan untuk dijalankan. BEP yang diperoleh pada usaha telur asin sebesar 478,2 kg artinya usaha telur asin tersebut tidak untung dan tidak rugi pada level output 478,2 kg, BEP harga sebesar 151,8,- artinya usaha telur asn tidak untung dan tidak pula rugi pada harga 1.518 dan baru akan dimulai mendapat keuntungan dari selisih jumlah per telur.Disimpulkan bahwa produksi telur asin yang dijalankan menguntungkan dan wajib untuk dilanjutkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Telur Asin, Pendapatan, Biaya Pengeluaram
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email simat@unira.ac.id
Date Deposited: 10 Mar 2019 04:10
Last Modified: 10 Mar 2019 04:10
URI: http://repository.unira.ac.id/id/eprint/15

Actions (login required)

View Item View Item