TENGKA DALAM NOVEL DAMAR KAMBANG KARYA MUNA MASYARI

Refendi, Fahrus (2021) TENGKA DALAM NOVEL DAMAR KAMBANG KARYA MUNA MASYARI. Sarjanathe thesis, UNIVERSITAS MADURA.

[img] Text
SKRIPSI_PBI_2017610026_FAHRUS REFENDI.pdf - Accepted Version

Download (259kB)

Abstract

Problematika yang sering dijumpai pada suatu kebudayaan lokal yaitu masih maraknya praktik ketidakadilan gender antara laki-laki dan perempuan. Tengka antara lakilaki dan perempuan menjadi sebuah penentu baik tidaknya perbuatan yang dilakukan. Novel Damar Kambang karya Muna Masyari menarasikan tirai kusam tradisi pernikahan Madura, dimana harkat dan martabat dijunjung tinggi melebihi segalanya. Tengka merupakan sekumpulan norma-norma yang historis dan berlaku di tengah masyarakat Madura dan masih berlaku hingga hari ini. Dalam situasi-situasi tertentu tampak dan terasa lebih emosional jika dibandingkan dengan syariat Islam sebagai norma-norma agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif tengka dalam novel DamarKambang karya Muna Masyari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi karya sastra. Jenis penelitian ini kualitatif, yakni penelitian yang datanya berupa data verbal, baik berupa kata, kalimat, dan paragraf. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Budaya patriarki dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari dapat dilihat pada fragmen mulai dari ketika Madlawi menggagalkan pernikahan yang telah terencana dengan baik dengan pihak besan laki-laki. Madlawi juga memaksa Cebbhing untuk menikah dengan kiai junjungannya, (2) Tengka dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari dapat dilihat dari fragmen ketika Madlawi menggagalkan pernikahan anaknya dengan alasan, rombongan besan laki-laki tidak membawa rumah hantaran. Kemudian belanjut kepada tengka yang dilakukan Cebbhing saat diam-diam pergi dari rumahnya tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya. Lalu yang terakhir, ketika Cebbhing mau dijodohkan bersama kiai junjungan ayahnya. Cebbhing hanya bisa menerima perintah ayahnya. Kemudian yang terakhir, ketika Cebbhing hanya tertunduk sopan dan memberi salam takzim kepada gurunya saat di dalam kamar berdua.

Item Type: Skripsi (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Tengka, Damar Kambang
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Dwi Istiaanah Yono
Date Deposited: 25 Feb 2022 01:40
Last Modified: 25 Feb 2022 03:21
URI: http://repository.unira.ac.id/id/eprint/282

Actions (login required)

View Item View Item