PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA ANEKDOT KARIKATUR KORUPSI DI MEDIA ONLINE

Rofiqi, Rofiqi (2021) PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA ANEKDOT KARIKATUR KORUPSI DI MEDIA ONLINE. Sarjanathe thesis, UNIVERSITAS MADURA.

[img] Text
SKRIPSI_PBI_2017610025_ROFIQI.pdf

Download (188kB)

Abstract

Gaya bahasa merupakanungkapan pikiran, gagasan, maupun perasaan, baik untuk tujuan menghibur maupun untuk mengkritik hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, dengan tujuan meluruskan perilaku seseorang agar bisa berubah dengan menggunakan kata-kata yang halus tetapi tidak menyakiti hati orang lain. Misalnya sindiran yang digunakan pada anekdot tema korupsi. Sindiran dalam anekdot korupsi berupa teguran atau kritikanterhadap pemerintah, yang disampaikan dalam bentuk kalimat yang dikemas dalam bentuk dialog humor yang mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap pemerintah yang menyalah gunakan wewenang, namun tidak membuat sakit hati. Berdasarkan konteks penelitian di atas, peneltian inidifokuskan padabentuk penggunaan gaya bahasaIroni, Sinisme, dan Sarkasme pada anekdot karikatur korupsi. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek gaya bahasa Ironi, Sinisme, dan Sarkasme pada anekdot karikatur korupsi di media online. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa kiasanIroni, Sinisme, dan Sarkasme pada anekdot karikatur korupsi di media online. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu data-data diuraikan, artinya data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi. Dari hasil pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Gaya bahasa pada anekdot karikatur korupsi terdiri dari Ironi, Sinisme dan Sarkasme. (1) Gaya bahasa kiasan Ironi biasanya disampaikan dengan menggunakan kalimat humor atau guyonan dengan bahasa yang halus dan sopan yang seolah-olah tidak sedang menyindir seseorang. (2) Gaya bahasa kiasan Sinisme disampaikan dengan mengungkapkan rasa tidak percaya kepada sistem yang dibuat oleh pemerintah, namun semuanya disampaikan dengan etika yang baik. (3) Gaya bahasa kiasan Sarkasme disampaikan dengan mengungkapkan secara langsung apa yang akan disindirkan dan tentunya masih dalam ruang lingkup pejabat yang korupsi, namun dalam penyampaiannya tidak membuat sakit hati. Dengan demikian, gaya bahasa kiasan yang terdapat pada anekdot karikatur korupsi di media online, tidak membuat orang lain tersakiti, karena semuanya dikemas dengan humor dan guyonan yang membuat mitra tutur terhibur.

Item Type: Skripsi (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Gaya bahasa pada anekdot karikatur korupsi
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Dwi Istiaanah Yono
Date Deposited: 25 Feb 2022 02:20
Last Modified: 25 Feb 2022 02:20
URI: http://repository.unira.ac.id/id/eprint/285

Actions (login required)

View Item View Item